SENTENCE IN ENGLISH
A sentence is part of a language that serves to express ideas, thoughts (Sebuah kalimat adalah bagian dari suatu bahasa yang berfungsi untuk mengekspresikan ide, pikiran)
A sentence is a collection of words consisting of at least a subject and a verb that has a clear meaning.
A sentence can contain a statement, question, exclamation, or command. There are four types of sentences: (Sebuah kalimat dapat berisi pernyataan, pertanyaan, seruan, atau perintah. Ada empat jenis kalimat:)
1. Declarative sentence
2. Imperative sentence
3. Interrogative sentence
4. Exclamatory sentence
Declarative sentence:
An assertive sentence (declarative sentence) simply expresses an opinion/feeling, or makes a statement, or describes things. In other words, it declares something. This type of sentence ends with a period (i.e., a full-stop). (Kalimat asertif (kalimat deklaratif) hanya mengungkapkan pendapat/perasaan, atau membuat pernyataan, atau menggambarkan sesuatu. Dengan kata lain, itu menyatakan sesuatu. Jenis kalimat ini diakhiri dengan titik (yaitu, titik-penuh).
Examples:
- I want to be a good student. (a statement)
- I am very excited today. (a feeling)
Imperative sentence:
We use an imperative sentence to make a request or to give a command. Imperative sentences usually end with a period (i.e., a full stop), but under certain circumstances, it can end with a note of exclamation (i.e., exclamation mark). (Kita menggunakan kalimat imperatif untuk membuat permintaan atau memberi perintah. Kalimat imperatif biasanya diakhiri dengan titik (yaitu, titik), tetapi dalam keadaan tertentu, dapat diakhiri dengan nada seru (yaitu, tanda seru).)
Examples:
- Please stand up.
- I want you to be silent now!
Interrogative sentence:
An interrogative sentence asks a question. Interrogative sentences must end with a note of interrogation (i.e., question mark) (Sebuah kalimat interogatif mengajukan pertanyaan. Kalimat interogatif harus diakhiri dengan catatan interogasi (yaitu, tanda tanya))
Examples:
- When are you going to submit your assignment?
- Do you know his friend's name?
Exclamatory sentence.
An exclamatory sentence expresses overflow of emotions. These emotions can be of happiness, wonder, sorrow, anger, etc. (Kalimat seru mengungkapkan luapan emosi. Emosi ini bisa berupa kebahagiaan, keheranan, kesedihan, kemarahan, dll.)
Examples:
- What a day it was!
- I cannot believe he would do that!
Look from the arrangement, then the sentence is divided into four as well, namely: (Dilihat dari susunannya, maka kalimat terbagi menjadi empat pula, yaitu:)
1. Simple sentence
2. Complex sentence
3. Compund sentence
4. Compound-Complex sentence
Simple sentence
A simple sentence must have a single clause (a single verb) which is independent, and it cannot take another clause. (Sebuah kalimat sederhana harus memiliki satu klausa (verb tunggal) yang independen, dan tidak dapat mengambil klausa lain.)
Example:
- I always wanted to become a writer. (One clause – one verb)
Compound sentence
A compound sentence must have more than one independent clause with no dependent clauses. Some specific conjunctions, punctuation, or both are used to join together these clauses. (Sebuah kalimat majemuk harus memiliki lebih dari satu klausa independen tanpa klausa dependen. Beberapa konjungsi, tanda baca, atau keduanya tertentu digunakan untuk menggabungkan klausa-klausa ini.)
Example:
- I always wanted to become a writer, and she wanted to become a doctor. (Two independent clauses – two verbs)
Complex sentence
A complex sentence also has more than one clause but of one them must be an independent clause and the other/others must be (a) dependent clause(es). There are also some particular connectors for the clauses of a complex sentence to be connected. (Kalimat kompleks juga memiliki lebih dari satu klausa tetapi salah satunya harus klausa independen dan yang lainnya harus (a) klausa dependen. Ada juga beberapa penghubung khusus untuk menghubungkan klausa kalimat kompleks.)
Example:
- I know that you always wanted to be a writer. (Here, a dependent clause is followed by a connector and an independent clause. The other way around is also possible.)
Compound-complex sentence
A compound-complex sentence (or complex–compound sentence) is a mixture of the features of compound and complex sentences in one sentence. So, it must contain at least two independent clauses and at least one dependent clause. (Kalimat majemuk-majemuk (atau kalimat majemuk-majemuk) adalah gabungan ciri-ciri kalimat majemuk dan kompleks dalam satu kalimat. Jadi, itu harus mengandung setidaknya dua klausa independen dan setidaknya satu klausa dependen.)
Example:
- I know that you always wanted to become a writer, but I always wanted to become a doctor. (Here, one dependent clause is followed by a complex connector and two independent clauses with a compound conjunction between them.)
SENTENCE IN ARABIC
Dalam tatanan bahasa selalu adanya kalimat yaitu susunan kata yang memiliki fungsi sebagai kabaran atau tuntutan. Hal itu juga terdapat dalam Bahasa Arab. Bahasa Arab dalam penyampaian kadang bersifat khobar atau berita dan Insya' atau tuntutan. Pada kedua fungsi tersebut terdapat unsur Jumlah (Kalimat) maka kali ini kita akan membahas pengertian sekaligus unsur apa saja yang terkandung didalamnya. (In the order of language, there are always sentences, namely the arrangement of words that have a function as news or demands. It is also in Arabic. The Arabic language in delivery is sometimes khobar or news and Insha' or demands. In both functions there is an element of Amount (Sentence) so this time we will discuss the meaning as well as what elements are contained in it.)
JUMLAH
Dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas Jumlah (الجملة). Jumlah tersebut memiliki arti dalam bahasa indonesianya ialah “Kalimat”. Dalam ilmu Nahwu Jumlah memiliki pengertian sebagai berikut : (In this discussion, we will discuss the Amount (الجملة). The number has a meaning in the Indonesian language is "Sentence". In the science of Nahwu, the number has the following meaning:)
الجملة تركيب الذي يفيد فائدة تامة
Artinya : “Jumlah ialah Susunan yang memberikan faidah secara sempurna”
Penjelasan atas bagian – bagian definisinya :
1.تركيب (Susunan) : Susunan disini ialah gabungan dari beberapa kata baik 2 atau lebih. Adapun jikalau terdapat hanya satu kata maka dia tidak termasuk dari definisi tersebut.
Contoh :
الْحَمْدُ لِلَّهِ (Segala Puji Bagi Allah) : Tersusun dari 3 kata yakni الْحَمْدُ , لِ, اللَّهِ
2.الذي يفيد فائدة تامة (Yang memberikan faidah secara sempurna) : Setiap susunan kata yang tersusun 2 atau lebih harus memberikan pengertian (makna) yang tepat bagi pendengar sehingga tidak menimbulkan pertanyaan bagi pendengar untuk meminta keterangan yang dimaksud oleh si pembicara.
Seperti :
-في الفصل (Di kelas) : para pendengar akan bertanya :”apa atau siapa yang di kelas?”
- إذا حضر الاستاذ (Apabila telah hadir seorang ustadz) : “terus apa kalau ustadz telah hadir”
Maka dalam pembuatan jumlah harus terang dan jelas sehingga tidak menimbulkan tanda tanya bagi pendengar.
Satu contoh Jumlah yang sesuai dengan pengertian di atas :
الْحَمْدُ لِلَّهِ (Segala Puji Bagi Allah). Kalimat tersebut memberikan kabar bahwa segala pujian itu diperuntukkan untuk Allah.
Dalam jumlah atau kalam memiliki 3 unsur yaitu Isim, Fi’il dan Huruf. Untuk pengertian dari ketiganya akan dibahas dibawah ini :
1.الاسم (kata benda) : Kata yang menunjukkan dzatnya berupa nama manusia, hewan, tumbuhan, kota, tempat, dan sebagainya yang tidak terikat dengan waktu sebagaimana fi’il.
Contoh :
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (tunjukkanlah kami jalan yang lurus) dalam susunan tersebut terdapat kata الصِّرَاطَ (Jalan) yang merupakan Isim. Untuk mengetahui apakah itu isim atau bukan maka akan datang pembahasan mengenai tanda – tandanya.
2.الفعل (kata kerja) : Kata yang menujukkan dzatnya (kerja) dan terikat dengan waktu ; masa lampu, masa yang akan datang, dan masa sekarang.
Contoh :
خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ (Allah telah menutup fungsi hati mereka) dalam susunan tersebut didapati kata خَتَمَ (Allah telah menutup) kata tersebut bagian dari Fi’il karena terikat dengan waktu pada masa lampau. Untuk penjelasan hal ini akan dijelaskan. Insya Allah.
3.الحروف : Kata yang yang tidak memiliki makna (pengertian) tanpa ada yang menyertainya. Contoh :
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ (Apabila dikatakan kepada mereka). Dalam susunan terdapat kata إِذَا (apabila) kata tersebut tidak memiliki makna kecuali jika disertai kata selain huruf (Fiil dan Isim).
SENTENCE IN INDONESIAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. (According to the Big Indonesian Dictionary (KBBI), a sentence is a language unit that is relatively independent, has a final intonation pattern and actually or potentially consists of clauses.)
Kalimat yang paling sederhana dalam bahasa Indonesia hanya mengandung dua unsur, yaitu Subjek (S) dan Predikat (P). (The simplest sentence in Indonesian only contains two elements, namely the subject (S) and the predicate (P).)
Subjek dalam kalimat merupakan topik pembicaraan. Sedangkan predikat menerangkan tentang subjek. Namun, sebuah kalimat biasanya disertai dengan pelengkap yang disebut juga dengan objek (O). (The subject in the sentence is the topic of conversation. While the predicate describes the subject. However, a sentence is usually accompanied by a complement which is also called an object (O).)
